Pusat Komunikasi Daerah solo-raya, rabu (6/8) adakan kunjungan ke universitas widya dharma klaten. Adapun tujuan dari silaturahmi ini adalah sebagai sarana konsolidasi zona III (puskomda solo) dan untuk transfer hasil puskomdays yang telah dilaksanakan oleh teman-teman puskomda 21-23 juli yang lalu di bandung. Rombongan kami yang hanya 5 orang, akhuna bagus selaku koordinator puskomda solo, akhuna aulia dari komisi isu, ukhtuna fenti hernawati selaku koordinator Jaringan muslimah (jarmus) puskomda solo, ukhtuna helmy perwakilan komisi LDK dan ukhtuna Nurmala dari komisi Jarmus juga. Walau 5 orang sudah cukup mewakili semua komisi yang ada di puskomda sendiri.
Sebenarnya acara ini bukan temu special antara puskomda dengan ldk ukmi unwidha saja, tetapi temu seluruh zona III, yang terdiri dari 7 ldk( Unwidha, STAIM Klaten, AKBID Klaten, AKBID boyolali, STIA madani, STIKES, AAM). Karena a agenda liburan, hanya AKBID klaten yang bisa hadir.Alhamdulillah acara lumayan lancar, Pertemuan kami dipecah menjadi 2 komisi untuk koordinasi. Komisi LDK dan ISU dijadikan satu komisi (karena keterbatasan SDM) yang bertempat di masjid kampus sedang komisi yang lainnya adalah JARMUS yang bertempat di secretariat UKMI unwidha. Jujur saja…saya tidak mengetahui secara gamblang apa yang menjadi pembahasan duet antara dua komisi tersebut. Karena saya sendiri berada di zona special, zona jaringan muslimah (jarmus). Mungkin pembahasan yang cukup dahsyat di sana, karena orang-orang yang idealis yang berkerumun disana.
Sedikit bercerita tentang koordinasi di jarmus….Tanpa banyak basa-basi, temu antar jarmuspun dimulai. “Bismillahirrahmanirrahim…” u’ fentipun memulai forum. Diawali dengan tilawah biar barakah, tausyah yang menggugah dan perkenalan singkat biar ma’rifah. Biar tidak hanya menjadi teman penulis saja, saya mau mengenalkan kepada antunna semua, teman-teman jarmus yang hadir tadi. Ada u’fenty & u’ nurmala (puskomda) yang khas dengan semangatnya insyaallah, u’ ery (Nisa UKMI UNWIDHA) lemah lembut dan murah senyum, dan U’umi dan u’amri ( Jarmus AKBID Klaten) tenang tapi aktif. Acara ini dibuka dengan pemutaran film profil FSLDK yang dibuat oleh teman-teman puskomnas (mungkin) yang dibawakan oleh u’ fenty. Tujuan dari ini jelas, mengenalkan profil FSLDK yang bisa kita jadikan payung untuk bernaung dan berlindung, yang menjadi forum ldk-ldk se-nasional, karena yang datang kebanyakan angkatan muda jadi tentang FSLDK perlu dikenalkan kembali kepada mereka, biar sense of belonging terhadap FSLDK naik. U’fenty cukup bersemangat dalam menyampaikan presentasi terkait ini, kemudian disusul dengan presentasi mengenai puskomda solo. Nah ini yang wajib ‘ain kita ketahui, bagaimana kita mau gerak kalau kita nggak kenal sama yang namanya puskomda dan jarmus?benar tidak?… (sedikit perkenalan) JARMUS adalah satu bagian dan komisi yang tak bisa kita partialkan dengan FSLDK. Dimana ada FSLDK pasti disitu ada jarmus.
Saya yakin banyak pertanyaan di benak antunna semua, kenapa komisi ini perlu dibentuk?.apa sich fungsinya? Bukannya fungsi syiar, kaderisasi, dan jaringan yang ada pada kemuslimahan sudah terwakili oleh 2 komisi lainnya? ( mungkin serentetan pertanyaan tersebut yang akan antunna lontarkan). Iya nggak?.Sedikit mengutip apa yang disampaikan u’fenty selaku koor jarmus puskomda, dengan lemah lembut tapi tegas beliau menyampaikan bahwa jarmus harus ada!! fungsi jarmus itu tidak bisa dilakukan atau digantikan oleh ke-2 komisi lainnya, khususnya dalam pengembangan potensi muslimah, karena menangani muslimah itu sangat berbeda dengan menangani ikhwan. Terlepas dari benar atau tidaknya jawaban tersebut, memang benar JARMUS wajib ada. Potensi seorang muslimah akan jauh lebih optimal kalau ada orang-orang yang fokus menggarap hal tersebut. Seperti halnya yang akan dilakukan oleh teman-teman jarmus puskomda solo raya, tidak lama lagi memasuki syahru romadhon akan diadakan “ TRAINING MUBALIGHOT FOR TRAINER”, anak jarmus menyebutnya TFMT biar sedikit keren, harapan kedepan banyak bermunculan para mubalighot yang siap terjun dalam kancah dakwah. Sekaligus! menjawab pertanyaan yang selama ini sering terngiang ditelinga. “Kok yang ngisi kajian muslimah di fakultas, ta’lim-ta’lim selalu orang yang sangat senior? Mana yang muda?!”pertanyaan singkat tapi sangat menohok.Memang pertanyaan retoris itu, perlu kita jawab. “Saya ada di sini!! Insyalloh siap menggantikan antunna!” Semoga perkataan itu mampu kita ucapkan setelah TFMT, dan semoga kedepan kita mampu menjadi mubalighot-mubalighot yang siap digerakkan untuk ummat. Menjadi mubalighot yang selalu siaga!
Untuk teman-teman muslimah dari LDK manapun, bersiap siagalah menyambut seruan agenda kita. Ingat…ingat 4 september ada IHSD ( hari hijab se-dunia) dan menyongsong program Jikodays ( jilbab dan koko days) semoga kita menjadi bagian walau kecil yang ikut berkontribusi menyukseskan agenda besar kita “ Menyongsong Indonesia Berjilbab 2010”, Allahu akbar!!!
Semoga kita bisa menjadi muslimah yang minimal memiliki 5-C : Cholehah, Cmart, Cantik, CReatip, Co-Cweet.
September 24, 2008 pukul 7:58 am
Bagus juga tuh jarmus. Saya dukung. Sekecil apapun sebuah organisasi, asalkan SDM nya handal, ada harapan jadi organisasi yg besar, kuat, smart, bermanfaat, dan bermartabat.